Showing posts with label Artikel AKAR. Show all posts
Showing posts with label Artikel AKAR. Show all posts

9/7/11

TEORI PSIKOANALISIS KLASIK FREUD


                        Sigmund Freud lahir di Moravia, 6 Mei 1856, dan wafat di London, 23 September 1939. Minat Freud pada neurologi menyebabkan ia menspesialisasikan diri di bidang perawatan gangguan-gangguan saraf. Untuk meningkatkan keterampilan teknisnya Freud belajar selama satu tahun pada psikiater Perancis yang terkenal, Jean Charcot yang menggunakan hipnosis untuk menyembuhkan histeria. Setelah itu Freud juga belajar pada dokter Wina, Joseph Breuer dengan metode teknik pengungkapan.
                        Karya-karya dari teori kepribadian Freud antara lain: The Interpretation Dreams (1990), The Psychopathology of Everyday Life (1901), General Introductory Lectures on Psycoanalysis (1917), New Introductory Lectures on Psychoanalysis (1933) dan An Outline of Psychoanalysis (1940).
Struktur Kepribadian
            Kepribadian tersusun dari 3 sistem pokok, yakni :
1.       Id : merupakan sistem kepribadian yang asli, id       berisikan segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir termasuk insting-insting.
2.      Ego : merupakan bagian id yang terorganisasi yang hadir untuk memajukan tujuan-tujuan id.
3.     Superego : merupakan perwujudan internal dari  nilai-nilai  dan cita-cita tradisional             masyarakatnya sebagaimana diterangkan orang tua kepada anak, dan dilaksanakan dengan cara memberinya hadiah-hadiah atau hukuman-hukuman.
Dinamika Kepribadian
      Insting didefinisikan sebagai perwujudan psikologis dari suatu sumber rangsangan somatik dalam yang dibawa sejak lahir.
            Suatu insting mempunyai empat ciri khas, yakni:
1.       Sumber, adalah sebagai suatu kondisi jasmaniah atau kebutuhan.
2.      Tujuan, adalah menghilangkan perangsangan jasmaniah.
3.     Objek, adalah seluruh kegiatan yang menjembatani antara munculnya suatu hasrat dan pemenuhannya.
4.     Impetus, adalah daya atau kekuatan yang ditentukan oleh intensitas kebutuhan yang mendasarinya.
            Macam-macam insting :
1.       Insting-insting hidup, menjamin tujuan mempertahankan hidup individu dan  perkembangbiakan ras. Misalnya rasa lapar, haus dan seks.
2.      Insting-insting mati atau disebut sebagai insting-insting merusak (destruktif), melaksanakan tugasnya secara lebih sembunyi-sembunyi dibandingkan insting-insting hidup, karenanya tidak begitu dikenal kecuali bahwa secara tak terelakkan mereka ini akan melaksanakan tugasnya. Misalnya : dorongan agresif.
3.     Kecemasan adalah suatu keadaan tegangan; ia merupakan suatu dorongan seperti lapar dan seks, hanya saja ia timbul dari kondisi-kondisi jaringan di dalam tubuh melainkan aslinya ditimbulkan oleh sebab-sebab dari luar.
            Freud membedakan tiga macam kecemasan, yakni :
1.       Kecemasan realitas adalah rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar.
2.      Kecemasan neorotik adalah rasa takut, jangan-jangan insting-insting akan lepas dari kendali dan menyebabkan sang pribadi berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum.
3.     Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap suara hati.
                       
            Fungsi kecemasan adalah untuk memperingatkan sang pribadi akan adanya bahaya; ia merupakan isyarat bagi ego bahwa kalau tidak dilakukan tindakan-tindakan tepat, maka bahaya itu akan meningkat sampai ego dikalahkan. Kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut traumatik.
Perkembangan Kepribadian
            Kepribadian berkembang sebagai respon terhadap empat sumber tegangan pokok,yaitu :
            1. proses-proses pertumbuhan fisiologis
            2. frustasi-frustasi
            3. konflik-konflik
            4. ancaman-ancaman
                       
Mekanisme-mekanisme pertahanan ego :
            1. represi
            2. proyeksi
            3. pembentukan reaksi
            4. fiksasi & regresi


Struktur Kepribadian



1.       Ego
Ego adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi-persepsi,ingatan-ingatan,pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan sadar.Ego melahirkan perasaan identitas dan kontinuitas seseorang,dan dari segi pandangan sang pribadi ego dipandang berada pada kesadaran.

2.     Ketidaksadaran Pribadi
Ketidaksadran pribadi adalah daerah yang berdekatan dengan ego.Ketidaksadaran pribadi terdiri dari pengalaman-pengalaman yang pernah sadar tetapi kemudian direpresikan,disupresikan, dilupakan atau diabaikan serta pengalaman-pengalaman yang terlalu lemah untuk menciptakan kesan sadar pada sang pribadi.
Kompleks-kompleks.Kompleks adalah kelompok yang terorganisasi atau konstelasi perasaan-perasaan,pikiran-pikiran, persepsi-persepsi,ingatan-ingatan, yang terdapat dalam ketidaksadaran pribadi.Kompleks memiliki inti yang bertindakseperti magnet menarik atau “mengkonstelasikan” berbagai pengalaman kearahnya.(Jung,1934)

3.     Ketidaksadaran Kolektif
Ketidaksadaran kolektif adalah gudang bekas-bekas ingatan laten yang diwariskan dari masa lampau leluhur seseorang,masa lampau yang meliputi tidak hanya sejarah ras manusia sebagai suatu spesies tersendiri tetapi juga leluhur pramanusiawi atau nenek moyang binatangnya.Ketidaksadaran kolektifadalah sisa psikik perkembangan evolusi manusia,sisa yang menumpuk sebagai akibat dari pengalaman-pengalaman yang berulang selama banyak generasi.Semua manusia kurang lebih memiliki ketidaksadaran kolektif yang sama.Jung menghubungkan sifat universal ketidaksadaran kolektif itu dengan kesamaan stuktur otak pada semua ras manusia dan kesamaan ini sendiri disebabkan oleh evolusi umum.
a.         Arkhetipe-Arkhetipe. Arkhetipe adalah suatu bentuk pikiran (ide) universal yang mengandung unsur emosi yang besar.Bentuk pikiran ini menciptakan gambaran-gambaran atau visi-visi yang dalam kehidupan sadar normal berkaitan dengan aspek tertentu dari situasi.
b.        Persona. Persona adalah topeng yang dipakai sang pribadi sebagai respon terhadap tuntutan-tuntutan kebiasaan dan tradisi masyarakat,serta terhadap kebutuhan-kebutuhan arkhetipal sendiri(Jung,1945). Tujuan topeng adalah untuk menciptakan kesan tertentu pada orang-orang lain dan sering kali,meski tidak selalu,ia menyembunyikan hakikat sang pribadi yang sebenarnya.
c.         Anima dan animus. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk biseksual.Pada tingakat fisiologis,laki-laki mengeluarkan hormon seks laki-laki maupun perempuan,demikian juga wanita.Pada tingkat psikologis,sifat-sifat maskulin dan feminin terdapat pada kedua jenis.Jung mengaitkan sisi feminine kepribadian pria dan sisi maskulin kepribadian wanita dengan arkhetipe-arkhetipe.Arkhetipe fenimin pada pria disebut anima,arkhetipe maskulin pada wanita disebut animus (Jung,1945,1945b).
d.        Bayang-bayang. Bayang-bayang mencerminkan sisi binatang pada  kodrat manusia.Sebagai arkhetipe ,bayang-bayang melahirkan dalam diri kita konsepsi tentang dosa asal; apabila bayang-bayang diproyeksikan keluar maka ia menjadi iblis atau musuh.
e.         Diri (Self). Arkhetipe yang mencerminkan perjuangan manusia kearah kesatuan (Wilhelm dan Jung 1931). Diri adalah titk pusat kepribadian, disekitar mana semua sistem lain terkonstelasikan.Ia mempersatukan sistem-sistem ini dan memberikan kepribadian dengan kesatuan,keseimbangan dan kestabilan pada kepribadian.

4.     Sikap
Jung membedakan dua sikap atau orientasi utama kepribadian,yakni sikap ekstraversi dan sikap introversi.Sikap ektraversi mengarah sang pribadi ke dunia luar,dunia objetif;sikap introversi mengarahkan orang ke dunia dalam,dunia subjektif (1921). Kedua sikap yang berlawanan ini ada dalam kepribadian tetapi biasanya salah satu diantaranya dominan dan sadar.Apabila ego lebih bersifat ekstavert dalam relasinya dengan dunia,maka ketidaksadaran pribadinya akan bersifat introvert.

5.     Fungsi
Ada empat fungsi psikologis fundamental:
a.         Pikiran. Berpikir melibatkan ide-ide dan intelek.Dengan berpikir manusia berusaha memahami hakikat manusia dan dirinya sendiri.
b.        Perasaan. Perasaan adalah fungsi evaluasi; Ia adalah nilai benda-benda,entahbersifat positif maupun negatif,bagi subjek.Fungsi perasaan memberikan kepada manusia pengalaman-pengalaman subjektifnya tentang kenikmatan dan rasa sakit,amarah,ketakutan,kesedihan,kegembiraan dan cinta.
c.         Pendiraan.Pendirian adalah fungsi perceptual atau fungsi kenyataan.Ia menghasilkan fakta-fakta konkret atau bentuk-bentuk representasi dunia.
d.        Intuisi. Intuisi adalah persepsi melalui proses-proses tak sadar dan isi di bawah ambang kesadaran.Orang yang intuitif melampaui fakta-fakta,perasaan-perasaan dan ide-ide dalam mencari hakikat kenyataan.

Pikiran dan perasaan disebut fungsi rasio karena mereka memakai akal,penilaian,abstraksi dan generalisasi.Mereka memungkinkan manusia menemukan hukum-hukum dalam alam semesta.Pendirian dan intuisi dipandang sebagai fungsi irrasional karena mereka didasarkan pada persepsi tentang hal-hal yang konkret,khusus dan aksidental.
Biasanya salah satu diantara keempat fungsi itu berkembang jauh melampaui ketiga lainnya,dan memainkan peranan yang lebih menonjol dalam kesadaran.Ini disebut fungsi superior.Salah satu dari ketiga fungsi lainnya biasanya bertindak sebagai pelengkap terhadap fungsi superior.Apabila fungsi kerja superior terhambat maka secara otomatis fungsi pelengkap menggantikan fungsi superior.Fungsi yang paling kurang berkembang dari keempat fungsi itu disebut fungsi inferior.Fungsi itu direpresikan dan menjadi tidak sadar.Fungsi inferior mengungkapkan diri dalam mimpi-mimpi dan fantasi-fantasi.Fungsi inferior itu juga memilki fungsi pelengkap.

6.     Interaksi di Antara Sistem-Sistem Kepribadian
Berbagai sistem dan sikap serta fungsi yang hendak membangun seluruh kepribadian saling berinteraksi dengan tiga cara yang berbeda.
a.         Salah satu sistem bisa mengkompensasikan kelemahan sistem lain, Kompensasi bisa dijelaskan dengan interaksi antara sikap dan ektraversi dan introversi yang berlawanan.Apabila ektraversi merupakan sikap ego sadar yang dominan atau superior maka ketidaksadaran akan melakukan kompensasi dengan mengembangkan sikap intoversi yang direpresikan.Kompensasi juga terjadi antarfungsi.Seseorang yang menekankan pikiran dan persaan dalam kesadarannya akan menjadi intuitif,dan bertipe pendirian secara tak sadar.Demikian juga, ego dan anima pada seorang pria serta animus pada seorang wanita melahirkan hubungan kompensatorik satu sama lain.Ego pria normal adalah maskulin sedangkan anima adalah feminine dan ego wanita yang normal adalah feminin sedangkan animus maskulin.Pada umumnya, semua isi kesadaran dikompensasikan oleh isi-isi ketidaksadaran.Prinsip kompensasi memberikan semacam ekuilibrium atau keseimbangan antara unsur-unsur yang saling bertentangan sehingga mencegah psikhe menjadi tidak seimbang secara neurotis.
b.        Salah satu sistem bisa menentangsistem lain,
Pertentangan terdapat dimana-mana dalam kepribadian; antara ego dan bayang-bayang,antara ego dan ketidaksadaran pribadi,antara persona dan anima atau animus, antara persona dan ketidaksadaran pribadi,antara kolektif dan ego,serta antara ketidaksadaran kolektif dan persona. Introversi bertentangan dan ekstraversi, pikiran bertentangan dengan perasaan,dan pendirian bertentangan dengan intuisi. Ego adalah seperti bola bulu tangkis yang dipukul bolak-balik antara tuntutan-tuntutan luar dari masyarakat dan tuntutan-tuntutan batin dari ketidaksadaran kolektif.Sebagai akibat dari pertarungan ini berkembanglah persona atau topeng.Persona kemudian diserang oleh arkhetipe-arkhetipe lain dalam ketidaksadaran kolektif.
c.         Dua sistem atau lebih bisa bersatu membentuk sintesis.
Kesatuan dari yang berlawanan tercapai lewat apa yang oleh Jung disebut fungsi transenden.Bekerjanya fungsi ini menghasilkan sintesis antara sistem-sistem yang bertentangan dan membentuk kepribadian yang seimbang dan terintegrasi.Pusat dari kepribadian yang terintegrasi ini adalah diri (self).

Pengertian Dewasa



Sebenarnya pengertian-pengertian dewasa yang umum dipahami oleh banyak orang terkadang justru menyesatkan. Menurut seorang ahli psikologi perkembangan G.W. Allport mengatakan bahwa masa ketika remaja adalah suatu masa transisi dari periode anak ke dewasa. Pengertian dewasa itu sendiri menurut Allport :
1.       Extension of self atau “pemekaran” dari diri sendiri. Hal ini berarti seseorang mampu untuk menganggap orang lain sebagai bagian dari dirinya.
2.      Menjadi dewasa berarti mampu untuk melihat diri sendiri secara objektif (Self Objectification). Pengertiannya adalah ketika kita bisa “mengaca” melihat kepribadian kita sendiri. Dalam hal ini berarti tidak marah ketika menerima kritik dan justru kritik itu menjadi sarana untuk instropeksi diri, melihat kesalahan-kesalahan yang ada pada diri sendiri.
3.      Seorang yang dewasa dia memiliki falsafah hidup tertentu (Unifying Philosophy of Life). Biasanya hal ini berhubungan dengan etika atau agama. Sederhananya orang yang sudah dewasa dia itu tahu aturan, tidak berbuat seenaknya sendiri atau bertindak hanya untuk kepuasan sesaat. Dengan memiliki tujuan hidup / cita-cita yang jelas diikuti dengan ketegasan untuk mencapainya dalam perilaku sehari-hari.
Kedewasaan adalah ketika seseorang bertambah bebanya namun ia dapat menemukan dan menyelesaikan masalahnya dengan baik. senyuman tidak menandakan seseorang itu mempunyai kedewasaan yang baik begitu juga banyaknya beban namun cara penyelesaian dan kognitifnya yang dilihat.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PEMILIHAN PEKERJAAN (JABATAN)


yang harus dimengerti oleh individu dalam memilih pekerjaan ) adalah sebagai berikut :
1.       Karakteristik individu dan pengalamannya
2.      Situasi pribadi individu
3.     Lingkungan individu
4.     Faktor yang tak terkendali atau tak diramalkan

1. Karakteristik individu dan pengalamannya, disini dibedakan menjadi :
a.karakteristik dalam aspek psikologisnya yang terdiri dari faktor-faktor :
1) intelegensi, intelegensi merupakan kecerdasan umum yang ikut mendukung dalam pemecahan masalah-masalah yang ada dalam hubungannya dengan tugas perkembangan. Seorang yang berinteligensi tinggi pada umumnya lebih tertarik pada pekerjaan-pekerjaan yang memberi tantangan kepadanya, memebutuhkan kreativitas, tidak sekedar menggunakan “tenaga otot” saja, tetapi pekerjaan yang berdimensi mental yang tinggi
Berdasarkan atas penelitian tersebut maka dapat diperkirakan bahwa tingkat jabatan tertentu.membutuhkan tingkat intlegensi  tertentu membutuhkan tingkat intelegensi tertentu. Dengan menggunakan data test psikologis, dapat memberikan arti yang lebih luas bila dihubungkan dengan klasifikasi jabatan. Oleh shertser dan stone dikemukakan bahwa ada petunjuk bahwa tingkay intelegensi  yang lebih rendah dapat digunakan untuk menunjukkan kemungkinan kurangnya sukses dalam beberapa pekerjaan yang membutuhkan intelegensi tinggi.
2. Bakat (Apttitude)
Bakat adalah kemampuan khusus seseorang dalam satu atau beberapa bidang, yang dapat menunjukan keistimewaannya bila mendapatkan latihan. Bakat merupakan kemampuan yang bersifat native, dimana struktur dasar neurologis dan anatomis, serta lingkungan ikut berperan dalam pengembangannya. Apabila seseorang yang bekerja sesuai dengan bakatnya, akan menimbulkan kecocokan, kesenangan dan timbulnya semangant kerja yang tinggi, mampu mengembangkan diri dan akhirnya mencapai produktivitas kerja yang tinggi pula. Hal ini sesuai dengan prinsip:  the right man on the right place.
Bakat seseorang dapat diketahui melalui pemilihan bakat dengan tes bakat (apptitude test). Menurut Bhum and Blinsky, tes dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a.     Test bakat mechanical
Tes bakat ini mengkur tingkat perseptual, sepatial, visualization maupun motor abilitis
b.     Tes bakat clerical
Tes bakat ini megukur tingkat penguasaan kata (bahasa) atau word fluency, verbal comprehension, numerical ability, typing, achivement.
3. Minat (Interest)
Menurut Fryer minat merupakan kunci pokok untuk berbagai situasi yang penting. Minat merupakan salah satu sumber rasa tertarik seseorang terhadap suatu hal, sehingga menurut Strong minat mendorong seseorang untuk mengerjakan apa yang diinginkan dan merupakan pemberi arah secara umum ke mana seseoarang akan bertindak agar memperoleh kepuasan dan kenikmatan dalam hidupnya.
3. Minat (Interest)
Menurut Fryer minat merupakan kunci pokok untuk berbagai situasi yang penting. Minat merupakan salah satu sumber rasa tertarik seseorang terhadap suatu hal, sehingga menurut Strong minat mendorong seseorang untuk mengerjakan apa yang diinginkan dan merupakan pemberi arah secara umum ke mana seseoarang akan bertindak agar memperoleh kepuasan dan kenikmatan dalam hidupnya
Menurut Strong berdasarkan atas penyelidikannya dengan menggunakan tes minat jabatan (yaitu SVIB), minat seseorang itu daat diramalkan sebagai berikut:
1.       Pada umur 15-20 tahun minat seseorang cenderung masih berubah-ubah
2.      Pada umur 20-25 tahun lebih stabil
3.     Pada umur 25-30 tahun perubahan minat itu sangat kecil.
Untuk mengetahui minat jabatan beberapa alat di kemukakan antara lain :
-         SVIB : strong vocational interest blank
-         VIM : vocational interest  measurement di buat oleh Darley dan Hagenah
-         The kuder preference record
-         Thustone interest schedule
Minat jabatan di tunjukkan oleh pemilihan pekerjaan yang di sukai yang mengarahkan aktifitas – aktifitas terhadap sesuatu jabatan. Menurut bordin, dalam minat jabatan ( vocational interest) terdapat 3 macam arah, yaitu :
1.       Pandangan yang statis yaitu minat jabatan yang sudah tidak berubah sesudah individu mencapai kemasakan ( maturitas).
2.      Pandangan yang dinamis yaitu minat jabatan di pandang sebagai hasil dari pengaruh psikologis dan karena itu individu merubah sesuai dengan perubahan dalam keseimbangan psikologisnya.
3.     Pandangan yang empiris , yang di dalamnya terdapat seperangkat pilihan – pilihan yang dapat membedakan orang – orang yang sukses dalam berbagai pekerjaan terhadap orang yang kurang sukses.
Tentang macamnya minat jabatan, kuder dengan menggunakan alat preference record, membedakan adanya 9 macam daerah minat yaitu :
1.       Mechanichal : misalnya electrician , boiler maker, gunsmith, riveter, upholsterer.
2.      Computational : occountant, statistictian, math teacher, actuary
3.     Scientifice : biologist, phisician, paychologist, veterinarian, oculist.
4.     Persuasive : billcollector, buyer, politician, salesman, radio announcer.
5.     Artistic : architest, designer, artist, sculptor.
6.     Literate : austhor, teacher of languages, histarian, journalist, actor.
7.     Musical : accompanist, musical composer, radio singer, musician.
8.     Social service : sosial worker, teacher, psychiatrist, farm adviser.
9.     Elerical : file clerk, mail clerk, stenegrafer, typist.
Selain itu dari ke 9 daerah minat itu masih terdapat banyak yang lain, yang merupakan kombinasi dari ke 9 itu masing – masing.
Spranger , yang kemudian di ikuti oleh allport dan vernon, membedakan minat jabatan menjadi 6 macam, yaitu : theoritical, aesthetic, religional, social, economic, and political.


Dasar-Dasar Teori Analitik Jung





Teori kepribadian Jung dipandang sebagai teori psikoanalitik karena tekanannya pada proses-proses tak sadar, namun berbeda dalam sejumlah hal penting dengan teori kepribadian Freud.Menurut Jung, tingkah laku manusia ditentukan tidak hanya oleh sejarah individu dan rasi (kausalitas) tetapi juga oleh tujuan-tujuan dan aspirasi-aspirasi (teleologi).Baik masa lampau sebagai aktualitas maupun masa depan sebagai potensialitas sama-sama membimbing tingkah laku orang sekarang.Pandangan Jung tentang kepribadian adalah prospektif dalam arti bahwa ia melihat ke depan ke arah garis perkembangan sang pribadi di masa depan dan retrospektif dalam arti bahwa ia memperhatikan masa lampau.Bagi Freud,hanya ada pengulangan yang tak habis-habisnya atas tema-tema insting sampai ajal menjelang.Bagi Jung,ada perkembangan yang konstan dan sering kali kreatif,pencarian ke arah keparipurnaan dan kepenuhan, serta kerinduan untuk lahir kembali.
Teori Jung juga berbeda dari semua pendekatan lain tentang kepribadian karena tekanannya yang kuat pada dasar-dasar ras dan filogenetik kepribadian.Jung melihat kepribadian individu sebagai produk dan wadah sejarah leluhur.Freud menekankan asal-usul kepribadian pada kanak-kanak sedangkan Jung menekankan asal-usul kepribadian pada ras..

Bimbingan karier atau bimbingan jabatan



Karier dapat di artikan riwayat kerja,Karier adalah keseluruhan pengalaman kerja seseorang dalam kehidupanya untuk memangku sebuah jabatan
Carier guidance adalah aktivitas konselor dalam berbagai tindakan dengan tujuan untuk merangsang memudahkan perkembangan karier individu selama waktu kerjanya
Istilah dalam bimbingan karier
1.       Vocational guidance
Suatu proses pemberian bantuan kepada individu untuk memilih suatu jabatan , mempersiapkan , memangku dan mengembangkan diri dalam pekerjaan tersebut
2.      Vocational counseling
Suatu proses memberi bantuan kepada individu untuk mendapatkan , menerima, mengerti dan menggunakan fakta-fakta yang relevan tentangnya terhadap fakta-fakta yang bersangkutan dengan dunia kerja
3.      Vocational psikologi
Menggunakan fakta-fakta , generalisasi dan dan prinsip psikologi dalam dunia jabatan , jadi vocational psychology merupakan penggunaan dan perluasan fakta psikologic atau prinsip psikologis terhadap masalah yang berkenan dengan pencocokan manusia dengan jabatan
4.      Vocational slection
Pemilihan terhadap orang orang yang akan memasuki pekeerjaan
5.      Career development
Salah satu aspek dari keseluruhan pengembangan seseorang yang menekankan pada mempelajari,mempersiapkan, memasuki, dan mengembangkan diri dalam kerja yang ditekuni
6.      Career education
Pengalaman2 pendidikan yang direncanakanperkembangan karir individudan persiapan untuk dunia kerja
7.      Occupational information
Data yang berkenann dengan latihan dan program pendidikan yang berhubungan , pola karier,arah dan kesempatan kerja
8.      Vocational education
Pendidikan yang mempersiapkan suatu karier dalam suatu lapangan pekerjaan atau bidang teknis

Teori Psikoanalitik Kontemporer


TEORI PSIKOANALITIK KONTEMPORER
 Psikologi Ego
                        Pemimpin teori yang baru ini adalah Heinz Hartman (1958, 1964). Teori yang baru ini mengemukakan konsep otonomi ego. Hartmann mengajukan postulasi bahwa ada suatu fase pada awal kehidupan ketika ego dan id terbentuk. Ego tidak muncul dari suatu id yang bersifat bawaan, tetapi masing-masing sistem bersumber pada predisposis-predisposis tertentu yang bersifat inheren dan masing-masing memiliki arah perkembangannya sendiri yang mandiri. Selain itu, ditegaskan bahwa proses-proses ego dijalankan oleh energi-energi seksual dan agresi yang telah dinetralkan. Tujuan proses-proses ego ini dapat terlepas dari sasaran-sasaran yang bersifat murni instingtif.
                        Untuk melakukan adaptasi-adaptasi yang efektif terhadap dunia, ego memiliki proses-proses kognitif berupa mempersepsikan, mengingat dan berpikir. Salah satu akibat dari penekanan baru pada proses-proses kognitif ego ini ialah ditariknya psikoanalisis semakin dekat dengan psikologi.
         Psikolog Harvard, Robert White (1963), mengemukakan bahwa ego tidak hanya memiliki energi instrinsiknya sendiri, tetapi juga terdapat kepuasan-kepuasan instrinsik ego yang tak tergantung pada pemuasan-pemuasan id atau insting. Kepuasan-kepuasan ego yang otonom ini meliputi hal-hal seperti eksplorasi, manipulasi, dan kemampuan yang efektif dalam melaksanakan tugas.
            Psikologi ego yang dikemukakan oleh psikoanalis Inggris, Ronald Fairbrain (1952), yaitu, ia yakin bahwa ego sudah ada pada saat kelahiran, memiliki struktur dinamikanya sendiri, dan merupakan sumber bagi energinya sendiri. Sesungguhnya, hanya ada ego, tidak ada id.
         Teori ego yang baru ini telah menarik banyak psikolog karena teori ini terfokus pada pokok persoalan tradisional dalam psikologi yakni, persepsi, ingatan, belajar, dan berpikir. Teori itu juga memiliki daya tarik karena menekankan proses-proses dan tingkah laku khas orang normal yang bertentangan dengan proses-proses dan tingkah laku menyimpang orang yang sakit. Selanjutnya, teori ego cenderung memberi tekanan lebih besar pada aspek-aspek rasional, sadar, konstruktif kepribadian manusia, berlawanan dengan tekanan psikoanalisis klasik pada aspek-aspek tak sadar dan irasional. Akhirnya, dikataka bahwa teori ego lebih “humanistic” daripada teori psikoanalitik ortodoks.
Psikoanalisis dan Psikologi
                        Psikoanalisis dan psikologi memiliki latar belakang ilmu pengetahuan abad XIX yang sama, tetapi keduanya tetap terpisah satu sama lain selama bertahun-tahun karena keduanya memiliki minat yang berbeda. Dalam tahun-tahun permulaan, psikologi menyelidiki unsur-unsur dan proses-proses kesadaran.
                        Sebaliknya, psikoanalisis merupakan sejenis psikologi tentang ketidaksadaran, perhatian-perhatiannya terarah pada bidang-bidang motivasi, emosi, konflik, symptom-simptom neurotic, mimpi-mimpi, dan sifat-sifat karakter.
Erik H. Erikson
                        Sumbangan-sumbangan sangat penting yang telah diberikan Erikson meliputi dua topik utama :
Teori psikososial tentang perkembangan dari mana muncul suatu konsepsi yang luas tentang ego.
Penelitian-penelitian psikosejarah yang menerangkan psikoanalisisnya dengan contoh dari individu-individu termasyur.

Teori Psikososial tentang Perkembangan
1. Kepercayaan dasar versus kecurigaan dasar
2. Otonomi versus perasaan malu dan keraguan-keraguan
3. Inisiatif versus kesalahan
4. Kerajinan versus inferioritas
5. Identitas versus kekacauan identitas
6. Keintiman versus isolasi
7. Generativitas versus stagnasi
8. Integritas versus keputusasaan
Konsepsi Baru tentang Ego
                        Erikson telah memberikan pada ego sejumlah kualitas yang jauh melampaui konsepsi psikoanalitik pendahulu tentang ego. Tipe ego yang digambarkan oleh Erikson dapat disebut ego kreatif
                        Erikson berpendapat bahwa suatu identitas harus berpijak pada tiga aspek kenyataan, aspek yang pertama adalah aspek faktualitas, yang kedua adalah aspek universalitas dan yang terakhir adalah asepek aktualitas.
Psikosejarah
                        Erikson mendefinisikan psikosejarah sebagai penelitian kehidupan individual dan kolektif dengan memakai gabungan antara metode – metode psikoanalisis dan sejarah.
A. Sejarah Kasus & Sejarah Kehidupan
                        Dalam sejarah kasus, orang berusaha menerangkan mengapa seseorang menjadi ambruk; dalam sejarah kehidupan orang berusaha menerangkan bagaimana seorang berusaha tetap bertahan meskipun dilanda konflik – konflik, kompleks – kompleks, dan krisis – krisis.
B. Metodologi Psikosejarah
                        Erikson telah meletakkan aturan – aturan yang cukup keras mengenai prosedur suatu penelitian psikosejarah .Dalam menginterpretasikan setiap pernyataan yang dibuat seseorang tentang kehidupannya harus dipertimbangkan beberapa pertanyaan. Interpretasi harus cocok dengan tahap perkembangan pada saat mana peristiwa itu dan juga harus runtut dengan keseluruhan kontinuitas kehidupan seseorang.
Status Sekarang dan Evaluasi
 Status Erikson sekarang sebagai seorang pemikir, sarjana, guru dan penulis adalah sangat terhormat, tidak hanya di kalangan akademik dan professional tempat ia berkarya, tetapi juga di kalangan umum.
 Para psikolog berpendapat bahwa Erikson telah memberikan sumbangan untuk perkembangan kepribadian, setara dengan apa yang  telah dilakukan Piaget tentang perkembangan intelektual.
Erikson telah dikritik karena pandangannya  yang terlalu optimistik tentang manusia, sebagaimana Freud yang masih terus dikritik karena pandangannya yang pesimistik. Erikson telah dicela karena memperlunak teori Freudian dengan memusatkan diri pada kekuatan – kekuatan ego, yang rasional, dan kesadaran, dengan mengorbankan id, yang irasional, dan ketidaksadaran. Suatu kritik halus menuduh Erikson mendukung status quo ketika ia berkata bahwa individu harus belajar tunduk atau menyesuaikan diri dengan pranata–pranata masyarakat tempat ia berkembang.

AKAR BK UNS Surakarta

 
Design by MAS-F production | Bloggerized by Aliph Pakingso - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting