14/09/11

Festival Video Edukasi 2011

Hampir genap 3 Tahun menunggu semenjak Festival Video Edukasi pada tahun 2007 dan 2008 telah usai digelar. Pemenangnya pun juga sudah didapat.

Banyak kekurangan terasa. Banyak hal yang masih harus dibenahi. Dengan ikhlas kami memohon maaf atas segala kelemahan ini. Tetapi sesuai janji Kami, Kami harus tetap mampu menyelenggarakan kegiatan ini secara berkala. Karena perjuangan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang madani tak boleh pupus oleh kendornya semangat. Kami mencoba menata apa yang kurang, dan sebisa mungkin menyempurnakannya (seperti yang dikatakan oleh : Dhitta Puti Sarasvati).

Kini Kami hadirkan kembali Festival Video Edukasi 2011. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, kali ini Kami hanya mengusung 1 kategori, yaitu video pendidikan untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkarakter. Untuk lebih memberikan kesempatan kepada peserta, Kami membagi kompetisi ini menjadi 3 klasifikasi peserta, yaitu pelajar, mahasiswa dan umum.

Kami juga memberikan kesempatan yang lebih panjang untuk setiap peserta dalam memproduksi karya dengan memberikan rentang waktu antara publikasi dengan batas pengumpulan karya yang jauh lebih longgar dibanding tahun lalu. Meski, secara teknis Kami tidak membatasi tahun pembuatan karya peserta.

Akhirnya, selamat berkarya. Kami nantikan karya Anda di Festival ini sebagai wujud cinta kita terhadap dunia sinema Indonesia dan kepedulian terhadap masa depan pendidikan nasional.



Tema:
Pendidikan karakter sebagai dasar pembentuk generasi yang cerdas, bermoral, dan menghargai perbedaan


Muatan tema:
1.    Karya yang mampu menggugah semangat persatuan dalam keberagaman
2.   Karya yang mampu menggugah rasa kesetiakawanan sosial, saling percaya, saling menghormati dan kejujuran
3.    Karya yang mampu menggugah semangat generasi muda untuk lebih bias memanfaatkan teknologi

 1. Umum
 2. Mahasiswa
 3. Pelajar

 Hadiah Total 90 juta
Umum
juara 1 : Rp. 17.000.000,-
juara 2 : Rp. 15.000.000,-
juara 3 : Rp. 12.000.000,-

Mahasiswa
juara 1 : Rp. 12.000.000,-
juara 2 : Rp. 10.000.000,-
juara 3 : Rp.   7.000.000,-

Pelajar
juara 1 : Rp. 8.000.000,-
juara 2 : Rp. 6.000.000,-
juara 3 : Rp. 3.000.000,-



Info penyelenggara :
BPMTV Pustekkom Kemdiknas,
Jl. Diponegoro no 148,
Surabaya,
Tlp : 031-5666668,
Fax : 031- 5675211,
Email : panitia@festivalvideoedukasi.com 
atau bpmtv.surabaya@gmail.com


13/09/11

SEMINAR NASIONAL PERANAN BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA JAWA DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA



Jurusan Sastra Daerah pada Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret (Jurusan Sasda FSSR UNS) akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema

“Peranan Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa dalam Membentuk Karakter Bangsa” 

yang bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah bahasa, sastra, dan budaya Jawa mampu memberikan kontribusi untuk membentuk jatidiri dan karakter bangsa Indonesia.

Seminar Nasional akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal          : Kamis, 22 September 2011
Waktu                    : 08.00 WIB – selesai
Tempat                  : Ruang Seminar Gedung III
Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS
Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan
Surakarta.


Pembicara yang akan hadir dalam seminar tersebut adalah:

Prof. Dr. H. Sumarlam, M.S. (FSSR UNS)
Drs. Hardiyanto, M.Hum. (Universitas Negeri Semarang)
Dra. Suyami, M.Hum. (Jarahnitra, Yogyakarta)
Drs. Suyatno, M.Si. (Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Blitar)
Drs. Amir Mahmud, M.Pd. (Kepala Balai Bahasa Surabaya).

Peserta seminar dapat membuat makalah pendamping untuk dimuat dalam buku prosiding seminar dengan biaya Rp 100.000,- dan akan memperoleh sertifikat sebagai Pemakalah. Abstrak diterima paling lambat 5 September 2011 pukul 13.00 WIB sedangkan makalah lengkap untuk prosiding harus sudah diterima panitia tanggal 10 September 2011. Ketentuan tata cara atau format penulisan makalah dapat di-download melalui http://www.uns.ac.id.

Pendaftaran peserta Seminar Nasional dapat dilakukan setiap hari kerja (Senin-Jum’at) mulai tanggal 10 Agustus 2011 s.d. 20 September 2011.

Informasi lebih lengkap dapat diperoleh di:
atau menghubungi:
Panitia Seminar Nasional Jurusan Sastra Daerah

Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan Surakarta 57126
telepon 0271 – 632483.

07/09/11

TEORI PSIKOANALISIS KLASIK FREUD


                        Sigmund Freud lahir di Moravia, 6 Mei 1856, dan wafat di London, 23 September 1939. Minat Freud pada neurologi menyebabkan ia menspesialisasikan diri di bidang perawatan gangguan-gangguan saraf. Untuk meningkatkan keterampilan teknisnya Freud belajar selama satu tahun pada psikiater Perancis yang terkenal, Jean Charcot yang menggunakan hipnosis untuk menyembuhkan histeria. Setelah itu Freud juga belajar pada dokter Wina, Joseph Breuer dengan metode teknik pengungkapan.
                        Karya-karya dari teori kepribadian Freud antara lain: The Interpretation Dreams (1990), The Psychopathology of Everyday Life (1901), General Introductory Lectures on Psycoanalysis (1917), New Introductory Lectures on Psychoanalysis (1933) dan An Outline of Psychoanalysis (1940).
Struktur Kepribadian
            Kepribadian tersusun dari 3 sistem pokok, yakni :
1.       Id : merupakan sistem kepribadian yang asli, id       berisikan segala sesuatu yang secara psikologis diwariskan dan telah ada sejak lahir termasuk insting-insting.
2.      Ego : merupakan bagian id yang terorganisasi yang hadir untuk memajukan tujuan-tujuan id.
3.     Superego : merupakan perwujudan internal dari  nilai-nilai  dan cita-cita tradisional             masyarakatnya sebagaimana diterangkan orang tua kepada anak, dan dilaksanakan dengan cara memberinya hadiah-hadiah atau hukuman-hukuman.
Dinamika Kepribadian
      Insting didefinisikan sebagai perwujudan psikologis dari suatu sumber rangsangan somatik dalam yang dibawa sejak lahir.
            Suatu insting mempunyai empat ciri khas, yakni:
1.       Sumber, adalah sebagai suatu kondisi jasmaniah atau kebutuhan.
2.      Tujuan, adalah menghilangkan perangsangan jasmaniah.
3.     Objek, adalah seluruh kegiatan yang menjembatani antara munculnya suatu hasrat dan pemenuhannya.
4.     Impetus, adalah daya atau kekuatan yang ditentukan oleh intensitas kebutuhan yang mendasarinya.
            Macam-macam insting :
1.       Insting-insting hidup, menjamin tujuan mempertahankan hidup individu dan  perkembangbiakan ras. Misalnya rasa lapar, haus dan seks.
2.      Insting-insting mati atau disebut sebagai insting-insting merusak (destruktif), melaksanakan tugasnya secara lebih sembunyi-sembunyi dibandingkan insting-insting hidup, karenanya tidak begitu dikenal kecuali bahwa secara tak terelakkan mereka ini akan melaksanakan tugasnya. Misalnya : dorongan agresif.
3.     Kecemasan adalah suatu keadaan tegangan; ia merupakan suatu dorongan seperti lapar dan seks, hanya saja ia timbul dari kondisi-kondisi jaringan di dalam tubuh melainkan aslinya ditimbulkan oleh sebab-sebab dari luar.
            Freud membedakan tiga macam kecemasan, yakni :
1.       Kecemasan realitas adalah rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar.
2.      Kecemasan neorotik adalah rasa takut, jangan-jangan insting-insting akan lepas dari kendali dan menyebabkan sang pribadi berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum.
3.     Kecemasan moral adalah rasa takut terhadap suara hati.
                       
            Fungsi kecemasan adalah untuk memperingatkan sang pribadi akan adanya bahaya; ia merupakan isyarat bagi ego bahwa kalau tidak dilakukan tindakan-tindakan tepat, maka bahaya itu akan meningkat sampai ego dikalahkan. Kecemasan yang tidak dapat ditanggulangi dengan tindakan-tindakan yang efektif disebut traumatik.
Perkembangan Kepribadian
            Kepribadian berkembang sebagai respon terhadap empat sumber tegangan pokok,yaitu :
            1. proses-proses pertumbuhan fisiologis
            2. frustasi-frustasi
            3. konflik-konflik
            4. ancaman-ancaman
                       
Mekanisme-mekanisme pertahanan ego :
            1. represi
            2. proyeksi
            3. pembentukan reaksi
            4. fiksasi & regresi


Struktur Kepribadian



1.       Ego
Ego adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi-persepsi,ingatan-ingatan,pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan sadar.Ego melahirkan perasaan identitas dan kontinuitas seseorang,dan dari segi pandangan sang pribadi ego dipandang berada pada kesadaran.

2.     Ketidaksadaran Pribadi
Ketidaksadran pribadi adalah daerah yang berdekatan dengan ego.Ketidaksadaran pribadi terdiri dari pengalaman-pengalaman yang pernah sadar tetapi kemudian direpresikan,disupresikan, dilupakan atau diabaikan serta pengalaman-pengalaman yang terlalu lemah untuk menciptakan kesan sadar pada sang pribadi.
Kompleks-kompleks.Kompleks adalah kelompok yang terorganisasi atau konstelasi perasaan-perasaan,pikiran-pikiran, persepsi-persepsi,ingatan-ingatan, yang terdapat dalam ketidaksadaran pribadi.Kompleks memiliki inti yang bertindakseperti magnet menarik atau “mengkonstelasikan” berbagai pengalaman kearahnya.(Jung,1934)

3.     Ketidaksadaran Kolektif
Ketidaksadaran kolektif adalah gudang bekas-bekas ingatan laten yang diwariskan dari masa lampau leluhur seseorang,masa lampau yang meliputi tidak hanya sejarah ras manusia sebagai suatu spesies tersendiri tetapi juga leluhur pramanusiawi atau nenek moyang binatangnya.Ketidaksadaran kolektifadalah sisa psikik perkembangan evolusi manusia,sisa yang menumpuk sebagai akibat dari pengalaman-pengalaman yang berulang selama banyak generasi.Semua manusia kurang lebih memiliki ketidaksadaran kolektif yang sama.Jung menghubungkan sifat universal ketidaksadaran kolektif itu dengan kesamaan stuktur otak pada semua ras manusia dan kesamaan ini sendiri disebabkan oleh evolusi umum.
a.         Arkhetipe-Arkhetipe. Arkhetipe adalah suatu bentuk pikiran (ide) universal yang mengandung unsur emosi yang besar.Bentuk pikiran ini menciptakan gambaran-gambaran atau visi-visi yang dalam kehidupan sadar normal berkaitan dengan aspek tertentu dari situasi.
b.        Persona. Persona adalah topeng yang dipakai sang pribadi sebagai respon terhadap tuntutan-tuntutan kebiasaan dan tradisi masyarakat,serta terhadap kebutuhan-kebutuhan arkhetipal sendiri(Jung,1945). Tujuan topeng adalah untuk menciptakan kesan tertentu pada orang-orang lain dan sering kali,meski tidak selalu,ia menyembunyikan hakikat sang pribadi yang sebenarnya.
c.         Anima dan animus. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk biseksual.Pada tingakat fisiologis,laki-laki mengeluarkan hormon seks laki-laki maupun perempuan,demikian juga wanita.Pada tingkat psikologis,sifat-sifat maskulin dan feminin terdapat pada kedua jenis.Jung mengaitkan sisi feminine kepribadian pria dan sisi maskulin kepribadian wanita dengan arkhetipe-arkhetipe.Arkhetipe fenimin pada pria disebut anima,arkhetipe maskulin pada wanita disebut animus (Jung,1945,1945b).
d.        Bayang-bayang. Bayang-bayang mencerminkan sisi binatang pada  kodrat manusia.Sebagai arkhetipe ,bayang-bayang melahirkan dalam diri kita konsepsi tentang dosa asal; apabila bayang-bayang diproyeksikan keluar maka ia menjadi iblis atau musuh.
e.         Diri (Self). Arkhetipe yang mencerminkan perjuangan manusia kearah kesatuan (Wilhelm dan Jung 1931). Diri adalah titk pusat kepribadian, disekitar mana semua sistem lain terkonstelasikan.Ia mempersatukan sistem-sistem ini dan memberikan kepribadian dengan kesatuan,keseimbangan dan kestabilan pada kepribadian.

4.     Sikap
Jung membedakan dua sikap atau orientasi utama kepribadian,yakni sikap ekstraversi dan sikap introversi.Sikap ektraversi mengarah sang pribadi ke dunia luar,dunia objetif;sikap introversi mengarahkan orang ke dunia dalam,dunia subjektif (1921). Kedua sikap yang berlawanan ini ada dalam kepribadian tetapi biasanya salah satu diantaranya dominan dan sadar.Apabila ego lebih bersifat ekstavert dalam relasinya dengan dunia,maka ketidaksadaran pribadinya akan bersifat introvert.

5.     Fungsi
Ada empat fungsi psikologis fundamental:
a.         Pikiran. Berpikir melibatkan ide-ide dan intelek.Dengan berpikir manusia berusaha memahami hakikat manusia dan dirinya sendiri.
b.        Perasaan. Perasaan adalah fungsi evaluasi; Ia adalah nilai benda-benda,entahbersifat positif maupun negatif,bagi subjek.Fungsi perasaan memberikan kepada manusia pengalaman-pengalaman subjektifnya tentang kenikmatan dan rasa sakit,amarah,ketakutan,kesedihan,kegembiraan dan cinta.
c.         Pendiraan.Pendirian adalah fungsi perceptual atau fungsi kenyataan.Ia menghasilkan fakta-fakta konkret atau bentuk-bentuk representasi dunia.
d.        Intuisi. Intuisi adalah persepsi melalui proses-proses tak sadar dan isi di bawah ambang kesadaran.Orang yang intuitif melampaui fakta-fakta,perasaan-perasaan dan ide-ide dalam mencari hakikat kenyataan.

Pikiran dan perasaan disebut fungsi rasio karena mereka memakai akal,penilaian,abstraksi dan generalisasi.Mereka memungkinkan manusia menemukan hukum-hukum dalam alam semesta.Pendirian dan intuisi dipandang sebagai fungsi irrasional karena mereka didasarkan pada persepsi tentang hal-hal yang konkret,khusus dan aksidental.
Biasanya salah satu diantara keempat fungsi itu berkembang jauh melampaui ketiga lainnya,dan memainkan peranan yang lebih menonjol dalam kesadaran.Ini disebut fungsi superior.Salah satu dari ketiga fungsi lainnya biasanya bertindak sebagai pelengkap terhadap fungsi superior.Apabila fungsi kerja superior terhambat maka secara otomatis fungsi pelengkap menggantikan fungsi superior.Fungsi yang paling kurang berkembang dari keempat fungsi itu disebut fungsi inferior.Fungsi itu direpresikan dan menjadi tidak sadar.Fungsi inferior mengungkapkan diri dalam mimpi-mimpi dan fantasi-fantasi.Fungsi inferior itu juga memilki fungsi pelengkap.

6.     Interaksi di Antara Sistem-Sistem Kepribadian
Berbagai sistem dan sikap serta fungsi yang hendak membangun seluruh kepribadian saling berinteraksi dengan tiga cara yang berbeda.
a.         Salah satu sistem bisa mengkompensasikan kelemahan sistem lain, Kompensasi bisa dijelaskan dengan interaksi antara sikap dan ektraversi dan introversi yang berlawanan.Apabila ektraversi merupakan sikap ego sadar yang dominan atau superior maka ketidaksadaran akan melakukan kompensasi dengan mengembangkan sikap intoversi yang direpresikan.Kompensasi juga terjadi antarfungsi.Seseorang yang menekankan pikiran dan persaan dalam kesadarannya akan menjadi intuitif,dan bertipe pendirian secara tak sadar.Demikian juga, ego dan anima pada seorang pria serta animus pada seorang wanita melahirkan hubungan kompensatorik satu sama lain.Ego pria normal adalah maskulin sedangkan anima adalah feminine dan ego wanita yang normal adalah feminin sedangkan animus maskulin.Pada umumnya, semua isi kesadaran dikompensasikan oleh isi-isi ketidaksadaran.Prinsip kompensasi memberikan semacam ekuilibrium atau keseimbangan antara unsur-unsur yang saling bertentangan sehingga mencegah psikhe menjadi tidak seimbang secara neurotis.
b.        Salah satu sistem bisa menentangsistem lain,
Pertentangan terdapat dimana-mana dalam kepribadian; antara ego dan bayang-bayang,antara ego dan ketidaksadaran pribadi,antara persona dan anima atau animus, antara persona dan ketidaksadaran pribadi,antara kolektif dan ego,serta antara ketidaksadaran kolektif dan persona. Introversi bertentangan dan ekstraversi, pikiran bertentangan dengan perasaan,dan pendirian bertentangan dengan intuisi. Ego adalah seperti bola bulu tangkis yang dipukul bolak-balik antara tuntutan-tuntutan luar dari masyarakat dan tuntutan-tuntutan batin dari ketidaksadaran kolektif.Sebagai akibat dari pertarungan ini berkembanglah persona atau topeng.Persona kemudian diserang oleh arkhetipe-arkhetipe lain dalam ketidaksadaran kolektif.
c.         Dua sistem atau lebih bisa bersatu membentuk sintesis.
Kesatuan dari yang berlawanan tercapai lewat apa yang oleh Jung disebut fungsi transenden.Bekerjanya fungsi ini menghasilkan sintesis antara sistem-sistem yang bertentangan dan membentuk kepribadian yang seimbang dan terintegrasi.Pusat dari kepribadian yang terintegrasi ini adalah diri (self).

AKAR BK UNS Surakarta

 
Design by MAS-F production | Bloggerized by Aliph Pakingso - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting