Showing posts with label Renungan dan Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Renungan dan Motivasi. Show all posts

9/3/11

Kata Mutiara Penuh Motivasi


Beberapa Kata Mutiara Penuh Motivasi pilihan

Genggamlah tangan sahabatmu ketika ia masih bersamamu.
Hiburlah kesedihan sahabatmu saat ia masih bisa mengaduh.
Karena ketika ia telah tak ada,
kita baru akan menyadari betapa berarti kehadirannya.


Rahmat dan harapan selalu beriringan.
Hati, fikiran dan jiwa harus sejalan,
agar hidup dijalani dgn konsisten dan penuh makna.
Siapa berseberangan dengan itu,
dia hanya akan menemukan makna yang telah tercabik-cabik.


Tiada derita hidup yg paling memilukan kecuali jika kita selalu menganggap hidup ini rumit dan selalu merasa sesuatu yg buruk pasti kelak menimpa.


Jangan terlalu risau dengan umur kita, 
karena yg patut dirisaukan adalah nilai dan manfaatnya.
Umur bukan masalah waktu,
namun umur adalah masalah manfaat.


Perbuatan baik itu laksana wewangian
yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya,
tetapi juga tercium harumnya oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.


Kadang aku meminta kupu-kupu,
tapi Tuhan mengirimkan ulat berbulu.
Kadang aku meminta bunga yang indah,
tapi Tuhan mengirim kaktus berduri.
Aku sedih dan kecewa.
Tapi ternyata ulat itu berubah menjadi kupu-kupu, dan kaktus itu berbunga, indah sekali.
Tuhan tak selalu memberi apa yang kita inginkan, tapi Ia memberi apa yang kita butuhkan.


Tuliskan rencanamu dengan sebuah pensil dan berikan penghapusnya pada Tuhan.
Biarkan Ia menghapus bagian-bagian yang Ia anggap perlu.
Dan pasti, hasilnya adalah lukisan hidup yang dipenuhi dengan keindahan.

8/14/11

Kisah Wanita Buta


Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat  membenci  dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya  dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih  gadisnya  itu .Kekasihnya  bertanya  kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah  bisa melihat dunia. Apakah  engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya  itu ternyata buta.  Dan  dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya  itu  pergi dengan  meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya  itu, “Sayangku, tolong  engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan  untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi  ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah  dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU,KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI UNTUK WAKTU SELANJUTNYA. . . . . .!!!!!
dikirim oleh : Aliph Pakingso BK/B/2009 Universitas Sebelas Maret / UNS  Surakarta

8/12/11

Menciptakan Masa Depan yang Menawan


OBSESI LUAR BIASA – MENCIPTAKAN MASA DEPAN YANG MENAWAN
“Tidak akan terjadi apa-apa sebelum ada sebuah impian”
 ( CARL SANDBURG )
Anda siap bergembira? Bersediakan Anda untuk menjadi anak-anak dan membiarkan imajinasi Anda kemana-mana? Bersama-sama kita telah bekerja keras untuk memposisikan Anda mengambil keputusan-keputusan baru, keputusan-keputusan yang bisa membedakan antara hidup dengan mengimpikan dan hidup mewujudkannya.

Banyak orang di kehidupan ini mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan, tetapi tidak pernah melaksanakannya. Alasannya karena mereka kurang mempunyai dorongan yang hanya mungkin diberiakn oleh masa depan yang menawan. Bab ini adalah kesempatan Anda untuk mengimpikan pada tingkat tertinggi tanpa sungkan, untuk merenungkan kemungkinan yang segila mungkin dan dalam prosesnya untuk kemungkinan menemukan sesuatu yang akan benar-benar mendorong kehidupan Anda ke tingkat berikutnya. Itu akan membantu Anda menciptakan energy dan momentum.

Ketahuilah bahwa Anda mempunyai lampu yang tidak terbatas untuk tiga permintaan. Sekaranglah saatnya Anda memanfaatkan daya yang ampuh ini dalam diri Anda. Begitu Anda memutuskan untuk membangun raksasa ini, Anda takkan terhentikan menciptakan kelimpahan mental, emosional, fisik, mental, dan spiritual, melampaui khayalan Anda yang liar sekalipun. Entah impian Anda terwujud seketika atau secara bertahap terbentuk dengan berjalannya waktu, ketahuilah bahwa satu-satunya batas yang mungkin membatasi kehidupan Anda hanyalah imajinasi Anda dan tingkatan komitmen Anda untuk mewujudkannya.

Contoh : Seseorang mempunyai impian sepuluh tahun ke depan ingin mempunyai usaha butique dan mendirikan suatu kos-kosan. Maka seseorang itu akan berusaha untuk mewujudkan impiannya tanpa takut dan tetap pantang menyerah walau hambatan dan rintangan itu akan datang menghadang. Setelah kegigihannya memperjuangkan impiannya itu, akhirnya impian itu terwujud tepat di tahun ke sepuluh ia mentarget imipian itu.Lambat laun usahanya berjalan sukses dan membuahkan hasil yang memuaskan hingga masa depannya terjamin dari usahanya itu.



Disusun  Oleh :
Dian Permatasari ; Intan Nastiti ; Ita Rahmawati ; Nika Musrifah
Raras Putri Prameswari  dan Tri Supatmi
BK  B  2009   UNS  Surakarta

7/31/11

Nick Vujicic (Tokoh Inspiratif yang tidak memiliki tangan dan kaki tetapi serba bisa)

Penulis : Team Andriewongso.com

Inilah cerita dari seorang pria tampan dan cerdas, serta bersuara indah, yang dilahirkan tanpa kedua lengan dan kedua kaki. Namun ia tetap bersemangat dan bahagia dalam menjalani hidupnya. Ia jago main golf, berselancar, dan berenang. Terlebih, ia juga sukses dalam karirnya. Nick Vujicic (26 tahun), pria Serbia kelahiran Australia itu, memang luar biasa!!

Nick lahir di sebuah rumah sakit di Kota Melbourne pada tanggal 4 Desember 1982. Orangtuanya sangat terkejut ketika melihat keadaan putra mereka yang lahir tanpa dua lengan dan dua kaki. Menurut dokter yang menanganginya, Nick terkena penyakit Tetra-amelia yang sangat langka. Kondisi ini kontan membuat ayah Nick (seorang pemuka agama dan programmer komputer) dan ibu Nick (seorang perawat) bertanya-tanya dalam hati, kesalahan besar apa yang telah mereka perbuat hingga putranya terlahir tanpa anggota-anggota tubuh. Tak jarang, mereka menyalahkan diri sendiri atas keadaan Nick.

Namun, hal ini tidak berlangsung lama. Ayah dan ibu Nick melihat putranya, biarpun cacat tubuh, tetap tumbuh kuat, sehat, dan ceria - sama seperti anak-anak lainnya. Dan, Nick kecil terlihat begitu tampan serta menggemaskan! Matanya pun sangat indah dan menawan. Maka, mereka mulai bisa menerima keadaan putranya, mensyukuri keberadaannya, dan segera mengajarinya untuk hidup mandiri. 

Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Sang ayah membimbingnya untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, dan berenang sejak Nick berusia 18 bulan. Kemudian, dengan tekun dan sabar, sejak usia 6 tahun, Nick belajar menggunakan jari-jari kakinya untuk menulis, mengambil barang, dan mengetik. Kini, Nick menyebut telapak kakinya yang berharga itu sebagai "my chicken drumstick." 

Agar bisa hidup lebih mandiri, kuat secara mental, dan bisa bergaul dengan luwes, ibu Nick memasukkan putranya ke sekolah biasa. Segera saja, Nick menyadari bahwa keadaannya sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia juga mengalami berbagai penolakan, ejekan, dan gertakan dari teman-teman sekolahnya. Hal ini membuatnya merasa begitu sedih dan putus asa. Pada usia 8 tahun, Nick sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun, kasih dan dukungan orangtuanya, serta hiburan dari para sahabatnya, mampu membuat Nick mengenyahkan pikiran tersebut. Ia menjadi lebih bijaksana dan berani dalam menjalani kehidupan.

Pada suatu pagi, saat usia 12 tahun, Nick mendapat pengalaman tak terlupakan. Saat bangun dan membuka matanya, tiba-tiba saja ia menyadari betapa beruntungnya dirinya. Ia sehat, serta punya keluarga dan para sahabat yang menyayanginya. Ia juga hidup dalam keluarga yang berkecukupan. 

Setahun kemudian, ketika membaca surat kabar, Nick dan ibunya menemukan sebuah artikel yang sangat menggugah jiwanya. Artikel itu, berkisah tentang seorang pria cacat tubuh yang mampu melakukan hal-hal hebat, termasuk menolong banyak orang. "Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah, atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!" demikian ujar Nick, dalam sebuah wawancara.

Untuk meraih mimpinya, Nick belajar dengan giat. Otak yang encer, membantunya untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi dan Perencanaan Keuangan pada usia 21 tahun. Segera setelah itu, ia mengembangkan lembaga non-profit ‘Life Without Limbs' (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh), yang didirikannya, pada usia 17 tahun, untuk membantunya berkarya dalam bidang motivasi. 


Kini, Nick Vujicic adalah motivator/pembicara internasional yang gilang-gemilang. Ia sudah berkeliling ke lebih dari 24 negara di empat benua (termasuk Indonesia), untuk memotivasi lebih dari 2 juta orang-khususnya kaum muda. Berkali-kali, ia diwawancarai oleh stasiun televisi dengan jangkauan internasional, seperti ABC (pada 28 Maret 2008). Produknya yang terkenal adalah DVD motivasi "Life's Greater Purpose", "No Arms, No Legs, No Worries", serta film "The Butterfly Circus."

"Saya telah memberikan berbagai jenis motivasi kepada orang-orang, berdasarkan pengalaman hidup saya," pungkas Nick di akhir wawancara. 


"Namun, ada satu hal yang selalu saya katakan pada mereka: 

‘Terimalah dan cintai diri kamu sendiri.' 
Jika satu orang saja bisa melakukannya, 
kemudian 
merasa lebih bersemangat dalam menjalani hidup 
serta ingin berguna bagi orang lain,
 saya merasa bahwa sebagian tugas saya di dunia ini telah terselesaikan."



dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/awartikel-3062-AW_Inspirational_Video-Nick_Vujicic_-_No_Arms,_No_Legs,_No_Worries

http://www.youtube.com/watch?v=H8ZuKF3dxCY&feature=player_embedded


Bibit yang Tidak Bisa Bertunas



Penulis : Andrie Wongso

Alkisah, di sebuah kerajaan. Karena raja tidak memiliki putra penerus, maka raja menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu, dibuatlah sayembara pemilihan ke seluruh negeri, agar diseleksi per daerah hingga ujian terakhir yang akan ditentukan oleh baginda raja sendiri.

Babak akhir, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi. Di ibu kota kerajaan, mereka harus menjalani prosestes terakhir oleh sang raja. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. 

Di hadapan mereka raja berpesan,
"Anak-anakku. Tugas sebagai abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, ini kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulanglah dan datanglah 2 minggu kemudian kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini."

Dua minggu kemudian, di hadapan raja, 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas.

Tiba giliran pemuda yang ke-8, dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat ke arah pot yang dibawanya dan berkata,
"Ampun baginda, maafkan hamba. Biji yang baginda berikan telah saya tanam, saya rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda! Saya tidak mengerti dimana kesalahan saya, tetapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan di tangan baginda."

Terlihat senyum penuh kepuasan kemudian disusul tawa terbahak-bahak sang baginda. 
"Hahaha...!" Semua yang hadir disitu saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu.

Lalu, Raja menepuk pundak si pemuda, dan berkata, 
"Terima kasih anak muda. 
Baginda senang dan puas.
Ternyata harapanku tidak sia-sia. 
Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini!"

Sambil berpaling kepada semuanya, raja melanjutkan,
" Dengar baik-baik. Pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku. Dia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh, sepertinya dia gagal !
Tetapi sebenarnya, biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu, 
jadi pasti tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun, karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang dibawa anak-anak muda ini. 
Hai...kalian 7 pemuda, tidak jujur !
Kalian pantas dihukum karena berani menipu baginda!"

Segera ketujuh pemuda itu berlutut memohon ampun, namun baginda raja langsung memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ketujuh pemuda itu. Sungguh tragis, ambisi mereka untuk meraih jabatan tersandung karena ketidakjujuran .

Netter yang luar biasa,
Kejujuran adalah mutiara pribadi 
yang harus kita miliki dan pelihara dengan baik!
Kejujuran adalah "mata uang" yang berlaku di mana-mana. Walaupun kita hidup tidak berkelimpahan harta, namun dengan kejujuran, hidup kita akanbebas dari perasaan waswas, takut, dan cemas. Sehingga, kita akan menikmati kehidupan ini dengan tentram, damai, dan bahagia.

Salam sukses, LUAR BIASA!!

dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3153/Bibit_Yang_Tidak_Bisa_Bertunas/

Kekuatan Cinta



Penulis : Andrie Wongso

Dikisahkan, seorang wanita baru menikah dengan pria yang dicintai dan tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Tidak lama setelah mereka berumah tangga, sangat terasa banyak ketidakcocokan di antara menantu dan sang mertua. Hampir setiap hari terdengar kritikan dan omelan dariibu mertua. Percekcokan pun seringkali terjadi. Apalagi sang suami tidak mampu berbuat banyak atas sikap ibunya.

Saat sang menantu merasa tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu demi melampiaskan sakit hati dan kebenciannya.
Pergilah si menantu menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat ramuan tradisional. Wanita itu menceritakan kisah sedih dan sakit hatinya dan memohon agar dapat diberikan bubuk beracun untuk membunuh ibu mertuanya.

Setelah berpikir sejenak, dengan senyumnya yang bijak, si paman menyatakan kesanggupannya untuk membantu, tetapi dengan syarat yang harus dipatuhi si menantu. Sambil memberi sekantong bubuk ramuan yang dibuatnya, sang paman berpesan, "Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan memberi racun yang bereaksi cepat, agar orang-orang tidak akan curiga. Karena itu, saya memberimu ramuan yang secara perlahan akan meracuni ibu mertuamu. Setiap hari campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu dari hasil masakanmu sendiri. Kamu harus bersikapbaik, menghormati,dantidak berdebat dengannya. Perlakukan dia layaknya sebagai ibumu sendiri, agar saat ibu mertuamu meninggal nanti, orang lain tidak akan menaruh curiga kepada kamu."

Dengan perasaan lega dan senang, diturutinya semua petunjuk sang paman penjual obat. Dilayaninya sang ibu mertua dengan sangat baik dan penuh perhatian! Setiap hari, ia menyuguhkan aneka makanan kesukaan si ibu mertua.

Tidak terasa, empat bulan telah berlalu dan terjadilah perubahan yang sangat besar. Dari hari ke hari, melihat sang menantu yang bersikap penuh perhatian kepadanya, ibu mertua pun merasa tersentuh. Ia berbalik mulai menyayangi si menantu bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Dia juga memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa menantunya adalah seorang penuh kasih dan menyayanginya.

Menyadari perubahan positif ini, sang menantu cepat-cepat datang lagi menemui sang paman penjual obat, "Tolong berikan kepada saya obat pencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Setelah saya patuhi nasihat paman, ibu mertua saya berubah sangat baik dan menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Tolong paman, saya tidak ingin dia meninggal karena racun yang telah saya berikan".

Sang paman tersenyum puas dan berkata "Anakku, kamu tidak perlu khawatir. Bubuk yang saya berikan dulu bukanlah racun, tetapi ramuan untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan sikapmu terhadap ibu mertua. Sekarang semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan padanya."

Teman-teman yang luar biasa!
Cerita di atas 
mengajarkan kepada kita betapa luar biasanya 
kekuatan kasih dan kekuatan perhatian.

Kasih dan perhatian mendatangkan kepedulian, ketulusan, dan kerelaan untuk berkorban. Kasih dan perhatian mampu melepaskan kita dari belenggu kesalahpahaman, meluluhkan ketidakpedulian, hati yang keras, dan pikiran yang penuh kebencian. Kasih dan perhatian juga mendatangkan kedamaian dan merekatkan perbedaan menjadi suatu kedekatan yang menyenangkan.

Jika setiap hari kita mau memberikan kasih dan perhatian kepada orang di sekeliling kita, maka kehidupan kita pastiakan lebih bermakna dan berbahagia!
Salam sukses, luar biasa!

dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3178/Kekuatan_Cinta/

Tujuh Karakter Kaya Mental untuk Sukses


Penulis : Andrie Wongso
Senin, 27-September-2010

Dari semua kisah legenda, mulai dari zaman Romawi Kuno hingga tokoh-tokoh fiksi yang melegenda hasil karya tangan-tangan kreatif dunia perfilman modern, ada satu kesamaan nyata yang melekat. Yakni, semua tokoh yang tercipta, pasti meninggalkan kenangan berupa karakter kuat yang menjadikan mereka seorang yang dikenang sepanjang massa. Tipikal kisahnya pun bisa dikata senada. Hidup dengan penderitaan, namun mampu terus berjuang hingga menjadi sang pemenang sejati dalam kehidupan. Gemblengan berupa halangan dan tantangan adalah "kawah candradimuka" yang membentuk mereka menjadi pribadi kuat dan bersahaja. Ibarat berlian yang tak ternilai harganya, tempaan yang membuatnya menjadi batu indah nan keraslah yang membuatnya memiliki karakter sebagai batu berharga.

Begitu pula kehidupan kita. Kekuatan karakter yang terbentuk dalam perjuangan menjalani kehidupan akan menjadi pembeda antara satu pribadi dengan yang lainnya.

Lantas, bagaimana agar kita mampu menjadi pribadi yang dikenang dengan keunggulan dan kekuatan kita? Seperti filosofi yang sering saya sebut: "Success is my right", sukses adalah hak saya, hak Anda, hak semua orang yang menyadari, menginginkan, dan memperjuangan dengan sepenuh hati, maka setiap orang perlu sadar dan kemudian berusaha mewujudkan mimpinya dengan cara-cara yang terukur, terencana, dan penuh perhitungan yang dilandasi karakter yang sering saya sebut sebagai kaya mental.

Ada sebuah ungkapan: "Kehilangan harta, kehilangan satu hal; kehilangan kesehatan, kehilangan banyak hal; kehilangan karakter, kehilangan segalanya." Hal tersebut menggambarkan, betapa pentingnya karakter untuk terus dilebur dalam berbagai tindakan guna meraih kesuksesan. Untuk itu, agar semakin mantap melangkah, berikut 7 karakter utama kaya mental yang bisa kita praktikkan untuk mencapai apa yang diimpikan.

1.Selalu berpikir positif
Salah satu kunci sukses yang perlu kita tanamkan adalah berpikir serba mungkin. Sebuah impian jika terus dipelihara dan dipupuk dengan tindakan-tindakan nyata, akan membuka jalan menuju kesuksesan. Pikiran positif akan mengarahkan kita pada berbagai pencapaian yang terukur dan terencana, demi mencapai tujuan yang diimpikan.

2.Punya integritas
Seseorang yang memiliki integritas akan menjadi sosok yang bisa dipercaya dan mampu menjadi pribadi yang utuh dan memancarkan kewibawaan untuk melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

3.Tanggung jawab
Sebagai pribadi unggulan, maka tanggung jawab harus menjadi prioritas untuk mengerjakan semua tugas. Tanggung jawab harus dilaksanakan dengan sepenuh hati untuk selalu memberikan hasil maksimal dari apa yang harus dikerjakan.

4.Disiplin
Bangsa yang maju, pasti memiliki kedisiplinan yang tinggi. Lihat Jepang, Korea, atau negara tetangga kita, Singapura. Jika diperhatikan, negara-negara tersebut memiliki kondisi di mana semua tepat waktu, bekerja dengan ritme yang teratur, serta tertata dengan rapi sehingga apa yang dikerjakan mampu berjalan dengan maksimal. Kebiasaan-kebiasaan semacam itu membentuk masyarakat di sana menjadi pribadi-pribadi yang mengerti dan taat aturan. Tak heran jika mereka mengalami kemajuan dengan karakter positif yang selalu tertanam dalam kedisiplinan yang dijalankan.

5.Menghargai orang lain
Kemampuan untuk menghargai orang lain akan melahirkan toleransi dan kebersamaan yang membawa kebaikan bersama. Menghormati setiap kewajiban dan hak masing-masing individu, bekerja dan saling dukung dengan fungsi dan peran masing-masing, serta mampu menempatkan diri di tengah masyarakat, termasuk juga selalu peduli pada orang lain adalah kekayaan mental yang akan membawa kebahagiaan bersama.

6.Selalu berpikir ke depan
Agar menjadi manusia unggulan, kita harus selalu memiliki visi jauh ke depan. Sebab, dengan visi itulah, kita akan selalu bisa menentukan target besar dan menantang untuk diraih sehingga semangat terus berkobar untuk mencapainya. Dengan selalu berpikir one step ahead, kita akan terbiasa untuk menyiapkan perencanaan-perencanaan yang akan memantapkan jalan kita menuju impian.

7.Sadar bahwa tidak ada jalan yang rata untuk sukses
Semua pasti butuh proses. Semua pasti mengalami halangan dan rintangan. Dan sebenarnya, justru itulah "vitamin" yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan. Dengan kesadaran bahwa semuanya butuh diperjuangkan, maka kita akan jadi pribadi-pribadi yang kuat menghadapi goncangan. Tak ada satu pun tokoh sukses dunia yang tak mengalami berbagai ujian. Namun justru dengan ujian tersebut, perjuangan mereka justru mengkristal sehingga melahirkan kekayaan mental utuh yang mengantarkan mereka pada pencapaian yang mampu melewati batas zaman.

Itulah ketujuh karakter kaya mental yang jika dilebur dalam diri akan melahirkan kekuatan luar biasa dalam kehidupan. Namun, itu semua tentu hanyalah sebagian saja dari modal kaya mental yang harus dimiliki seseorang untuk sukses. Sebenarnya, masih banyak lagi karakter unggulan lain yang masing-masing harus dikedepankan untuk meraih kesuksesan.Yang pasti, dengan terus berusaha, berkarya, berjuang, dan melangkah dengan karakter yang terus diasah dan digembleng pada berbagai "kawah candradimuka", maka kita pasti akan menjadi manusia-manusia unggulan di berbagai bidang dan peran yang kita jalankan. Setuju kan, teman-teman?

Salam sukses, luar biasa!


dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3591/Tujuh_Karakter_Kaya_Mental_Untuk_Sukses/

Surga di Telapak Kaki Ibu


Penulis : Andrie Wongso
Rabu, 22-Desember-2010

Alkisah, seorang pemuda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Dia sudah berhasil lolos di tes-tes pendahuluan. Dan kini tiba saatnya dia harus menghadap kepada pimpinan untuk wawancara akhir.

Setelah melihat hasil tes dan penampilan si pemuda, sang pemimpin bertanya, "Anak muda, apa cita-citamu?"

"Cita-cita saya, suatu hari nanti bisa duduk di bangku Bapak," jawab si pemuda.

"Kamu tentu tahu, untuk bisa duduk di bangku ini, tidak mudah. Perlu kerja keras dan waktu yang tidak sebentar. Betul kan?" Si pemuda menganggukkan kepala tanda setuju.

"Apa pekerjaan orangtuamu?" lanjutnya bertanya.

"Ayah saya telah meninggal saat saya masih kecil. Ibulah yang bekerja menghidupi kami dan menyekolahkan saya."

"Apakah kamu tahu tanggal lahir ibumu?" kembali sang pimpinan bertanya.

"Di keluarga kami tidak ada tradisi merayakan pesta ulang tahun
sehingga saya juga tidak tahu kapan ibu saya berulang tahun."

"Baiklah anak muda, bapak belum memutuskan kamu diterima atau tidak bekerja di sini. Tetapi ada satu permintaan bapak! Saat di rumah nanti, lakukan sebuah pekerjaan kecil yaitu cucilah kaki ibumu dan besok datanglah kemari lagi."

Walaupun tidak mengerti maksud dan tujuan permintaan tersebut, demi permintaaan yang tidak biasa itu, dia ingin mencoba melakukannya.

Setelah senja tiba, si pemuda membimbing ibunya duduk dan berkata, "Ibu nampak lelah, duduklah Bu, saya akan cuci kaki ibu."

Sambil menatap takjub putranya, si ibu menganggukkan kepala. "Anakku, rupanya sekarang engkau telah dewasa dan mulai mengerti."

Si pemuda pun mengambil ember berisi air hangat, kemudian sepasang kaki ibunda yang tampak rapuh, berkeriput, dan terasa kasar di telapak tangannya itu mulai direndam sambil diusap-usap dan dipijat perlahan. Diam-diam airmatanya mengalir perlahan.

"Ibu, terima kasih. Berkat kaki inilah ananda bisa menjadi seperti hari ini."

Mereka pun saling berpelukan dengan penuh kasih dan kelegaan.

Dan keesokan harinya, sang pemimpin berkata, "Coba ceritakan, bagaimana perasaanmu saat kamu mencuci kaki ibumu."

"Saat mencuci kaki ibu saya, saya mengerti dan menyadari akan kasih ibu yang rela berkorban demi anaknya. Melalui kaki ibu saya, saya tahu, bahwa saya harus bekerja dengan sungguh-sungguh demi membaktikan diri kepada ibu saya."

Mendengar jawaban si pemuda, akhirnya sang pemimpin menerima dia bekerja di perusahaan itu. Karena sang pemimpin yakin, seseorang yang tahu bersyukur dan tahu membalas budi kebaikan orangtuanya, dia adalah orang yang mempunyai cinta kasih. Dan orang yang seperti itu pasti akan bekerja dengan serius dan sukses.

Netter yang Luar Biasa!

Pepatah "surga di telapak kaki ibu" sungguh mengandung makna yang sangat dalam. Memang kasih ibu tiada tara. Saya yakin! Jika kita mendapatkanrestu, apa lagi didukung oleh doa ibunda, tentu semua itu merupakan dukungan yang mengandung kekuatan luar biasa, yang memungkinkan apapun yang kita lakukan akan mendatangkan hasil yanglebih baik.



Mari, 
selagi orangtua kita masih hidup:
beri perhatian, 
layani mereka 
dan 
cintai mereka dengan setulus hati.





Salam sukses, Luar Biasa!


dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3771/Surga_Di_Telapak_Kaki_Ibu/

Mengembangkan Kasih Sayang



Penulis : Andrie Wongso
Senin, 14-Pebruari-2011

"Kebencian" dan "kasih sayang" bukan milik satu golongan, 
melainkan sifat universal yang dimiliki setiap manusia.

Jika "kebencian" yang kita pupuk, maka Penderitaan yang akan kita dapatkan. 
Jika "kasih sayang" yang kita kembangkan, maka pasti Kebahagiaan & Kedamaian yang akan kita nikmati.


Saya setuju sekali dengan apa yang dikatakan oleh :
 Bunda Teresa

"If we have no peace,
it is because we have forgotten that we belong to each other."

(Jika kita tidak memiliki kedamaian, 
itu karena kita lupa bahwa kita saling memiliki satu sama lain).

Selamat hari kasih sayang!
Salam hangat luar biasa!!

Dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3857/Mengembangkan_Kasih_Sayang/

Gema Kehidupan


Penulis : Andrie Wongso
Senin, 28-Maret-2011


Alkisah,
di saat liburan sekolah, seorang ayah untuk pertama kalinya mengajak anaknya yang berumur sepuluh tahun pergi berlibur ke daerah pegunungan. Tempat yang dituju itu ternyata sangat indah, berhawa sejuk, dan membawa suasana yang hening dan tenteram. Banyak pohon menjulang tinggi di antara bukit-bukit dan pegunungan. Ayah dan anak itu berjalan-jalan menikmati eloknya pemandangan. Saking senangnya, sesekali bocah kecil itu melompat-lompat dan berlari-lari kecil ke sana kemari.

Suatu ketika, karena kurang hati-hati saat berlari-larian, anak itu tergelincir jatuh. 
"Aduuuuuh...!" teriaknya kesakitan.
Dan sesaat hampir bersamaan, jelas terdengar suara,
"Aduuuuh...!" berulang-ulang di sisi pegunungan.
Anak itu terheran-heran. 


Penasaran dan ingin tahu dari mana asal teriakan yang menirukan suaranya tadi, si anak berteriak lagi dengan suara lebih keras.

"Hai... siapa kamuuuu...?!"

Sesaat kemudian, ia menerima jawaban yang hampir sama kerasnya, "Hai....siapa kamuuuu...?!"

Setelah itu, suasana kembali hening dan hanya desau angin yang terdengar. Anak kecil itu makin gusar karena hanya mendengar suaranya ditirukan, tetapi tidak melihat orang yang menirukan suaranya. Lalu dengan marah sekali ia berteriak sekeras-kerasnya, "Pengecut kamu...!"

Dan, sesaat kemudian ia pun langsung menerima jawaban yang sama nadanya, "Pengecut kamu...!"

Dengan pandangan yang heran bercampur kesal, anak itu menatap ayahnya. "Ayah, siapa orang yang iseng menirukan teriakan-teriakanku tadi? Kenapa semua ucapanku dia tiru?" tanya anak itu.

Ayahnya tersenyum bijak dan berkata, "Anakku, perhatikan baik-baik!" Kemudian, sang ayah berteriak dengan keras sekali ke arah pegunungan, "Kamu hebat...!"

Terdengar jawaban bunyi yang sama kerasnya dan berulang, "Kamu hebat...!"

Melihat roman muka anaknya yang masih keheranan, lelaki itu kembali berteriak keras-keras. "Kamu luar biasa...!" 
Dan sama seperti teriakan-teriakan sebelumnya yang diikuti dengan suara yang sama. "Kamu luar biasa...!"

Anak itu tetap saja keheranan sambil terus memandangi ayahnya. Tampak sekali ia tak sabar menunggu penjelasan ayahnya. Sang ayah pun berkata, "Wajar saja kau heran, anakku. Ini pengalaman pertamamu berada di tempat yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Orang menyebut suara yang memantul balik tadi sebagai gema. Itulah pantulan suara."

Sang ayah melanjutkan penjelasannya, "Sama dengan gema tadi, anakku. Kehidupan ini juga akan selalu memantulkan kembali apa pun yang kita berikan kepadanya. Maksudnya, apa pun yang kamu pikirkan, katakan, dan lakukan, maka akan seperti itu pula hasil yang kau dapat. Jika setiap saat kamu berpikir positif, mengucapkan kata-kata bijak, selalu berbuat kebaikan, rajin belajar dan disiplin, maka hidup akan menggemakan begitu banyak kebaikan ke dalam hidupmu.

Kamu akan mendapat penghormatan karena kecakapanmu berpikir, mendapat penghargaan karena kepandaianmu berbicara, juga mendapat kasih dan pertolongan dari sesama karena kebaikanmu. Dengan demikian kamu akan mendapatkan kehidupan yang sukses."

Netter yang Luar Biasa!

Dari cerita tadi, dapat kita simpulkan bahwa hidup kita adalah cerminan dari apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita lakukan. Ini sudah menjadi semacam hukum alam. Jika kita selalu berpikir negatif, penuh kekhawatiran dan kecurigaan, maka kehidupan akan memberi reaksi yang sama negatifnya kepada kita. Jika kita ingin hidup dipenuhi dengan cinta kasih, maka ciptakanlah lebih banyak cinta kasih dalam hati kita.

Jika kita ingin lebih berhasil dalam kehidupan ini, maka kita pun harus berani memberikan yang terbaik dari yang kita miliki. Kesuksesan hari ini tidak tercipta karena kebetulan atau keberuntungan semata. Setiap keberhasilan pasti terwujud karena akumulasi dari usaha-usaha yang kita lakukan kemarin. Yang jelas, makna dari "gema kehidupan" adalah apa yang kita beri, itulah yang kita dapatkan. Siaplah memberi yang terbaik kepada kehidupan ini agar kehidupan memberi yang terbaik pula kepada kita!

Salam sukses luar biasa!!


dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3925/Gema_Kehidupan/

Ketegaran dan Kesabaran


Alkisah,
sepulang dari sekolah,
Putri datang kepada ayahnya yang sedang membaca koran di teras belakang rumah.

"Ayah," sapa Putri dengan kepala tertunduk dan nada suara yang murung.

Sambil menurunkan koran yang sedang dibacanya, sang ayah memandang putrinya yang beranjak remaja itu. 
"Ada apa, Nak? Bagaimana di sekolah?"

"Ayah. Putri merasa capek. Putri sudah belajar mati-matian, untuk mendapat nilai bagus di sekolah. Tapi teman sekelasku bisa dapat nilai bagus dengan cara mencontek. Itu kan tidak adil namanya. Putri juga capek karena harus membantu ibu membersihkan rumah hingga waktu belajarku jadi kurang, sedangkan temanku pada punya pembantu. Kenapa kita tidak punya pembantu, Ayah?"

Dengan suara lebih lantang, si Putri melanjutkan uneg-unegnya.

"Putri juga capek, karena harus menabung dulu untuk bisa membeli sesuatu, sedang temanku bisa belanja tanpa harus menabung. Lebih capek lagi, Putri harus menjaga segala ucapan dan tingkah laku, sedangkan teman-temanku seenaknya berbicara sampai Putri sakit hati! Pokoknya, Putri capeeek menahan diri. Putri ingin seperti mereka. Bebas berkata dan melakukan apapun." 
Dari suara sendu, Putri pun kemudian menangis tersedu-sedu.

Sambil mengelus kepala anak si putri penuh sayang, ayah berkata,
"Jangan menangis Putri. Ayo ikut, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu!"

Sambil bergandengan tangan, ayah-anak itu menyusuri jalan yang berlubang di sana sini dengan banyak genangan air, semak berduri dan berbagai serangga yang berdengung di sekitar mereka.

"Ayah, kita mau ke mana sih?" tanya si Putri bingung.
"Jalanan begitu kotor, aduuh... kaki Putri luka tergores duri. Iiih banyak nyamuk dan serangga pula!"

Sang ayah hanya menjawab pendek,
"Sabar Putri, tegar Putri, sebentar lagi...."


Akhir perjalanan, mereka sampai di sebuah telaga yang menakjubkan. Airnya sangat jernih dan segar. Di sekelilingnya bunga yang cantik dan pepohonan yang rindang, serta burung dan kupu-kupu beraneka warna. Si Putri terpana kagum.

"Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi padahal tempat ini amat indah? Karena tidak banyak orang yang mau bersusah payah menyusuri jalan kecil yang jelek tadi sehingga mereka tidak bisa menikmati surga alam yang begitu indah. Untuk menikmati sesuatu yang indah, perlu perjuangan dan kesabaran. Sama seperti kehidupan ini, harus sabar, tegar dalam bersikap baik, sabar dalam kejujuran, sabar dalam memperjuangkan kebenaran nilai. Tegar dalam menghadapi setiap kesulitan dan masalah yang muncul."

"Tapi Yah, kan tidak mudah untuk selalu bersabar dalam kebenaran."

"Memang," jawab sang ayah dengan lembut. "Karena itu, Ayah dan ibu senantiasa menggenggam tangan Putri, membimbing dan mendukung dalam kebaikan dan kebenaran. Hingga kelak suatu saat nanti, Putri mampu tegak berjalan sendiri, mulia bagi keluarga dan sesama. Apakah Putri mengerti?"

"Mengerti Ayah, terima kasih."

Sahabat yang Luar Biasa!

Hidup adalah perjuangan, terutama untuk mengendalikan dan "mengalahkan" diri sendiri.
Seperti kata motivasi yang sering saya ucapkan, 
"Kalau kita lunak pada diri kita, kehidupan akan keras terhadap kita. 
Tetapi kalau kita keras terhadap diri kita sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap kita."

Mari kita menjalani hidup dengan penuh keberanian, keuletan, dan kesabaran.

Salam sukses, luar biasa!!




Penulis : Andrie Wongso
Minggu, 24-Juli-2011

dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4182/Ketegaran_dan_Kesabaran/

Kebiasaan Berkomunikasi Dua Arah

Penulis : Andrie Wongso
Selasa, 03-Mei-2011

Kita hidup sebagai makhluk sosial. Karena itu, kita tak bisa terlepas dari berhubungan dengan orang lain dalam keseharian. Saling menyapa, saling bertegur salam, dan saling bergantung satu dengan yang lain.

Agar selalu harmonis, komunikasi dua arah yang berimbang harus selalu kita kedepankan. Menjawab ucapan salam dengan segera, menjawab pertanyaan dengan jawaban yang diharapkan, menginformasikan hal penting dengan tanpa menunda. Semua itu harus kita lakukan dengan segera sehingga komunikasi yang terjalin pun dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan tepat sampai pada sasaran tanpa mengalami jeda.

Sebab, jika kita terbiasa menunda jawaban, bisa jadi ada hal yang terbelokkan. Jika kita tak segera menjawab salam, bisa jadi ada orang yang merasa diacuhkan. Jika kita tak segera menyampaikan informasi penting, bisa jadi hal baik bisa terlewatkan.

Untuk itu, mari, sempatkan waktu sejenak, barang sedetik atau semenit, untuk memastikan agar komunikasi berjalan dua arah dengan berimbang. Menjawab pesan singkat dengan segera, membalas salam dengan sapaan hangat yang mempererat hubungan keluarga. Sehingga, tegur sapa yang kita sampaikan, bisa membawa kebaikan dan kebahagiaan bersama.

Salam sukses, Luar Biasa!! 


dikutip dari :
http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3990/Kebiasaan_Berkomunikasi_Dua_Arah/
AKAR BK UNS Surakarta

 
Design by MAS-F production | Bloggerized by Aliph Pakingso - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting